Newest Post

Hoshi wo Ou Kodomo

| Tuesday, September 17, 2013
Read more »
Judul asli : Hoshi wo Ou kodomo
Director   : Makoto Shinkai

Ketika mendapatkan kabar bahwa Makoto Shinkai kembali berkarya membuat film animasi, dalam hati aku bersorak riang, “Welcome back Shinkai-sensei!” Bayangkan saja, karya terakhir Shinkai yang berjudul 5 centimeters per second rilis tahun 2007, butuh penantian 4 tahun untuk menonton karya panjang Shinkai yang berikutnya. Sayangnya film yang judul aslinya Hoshi wo Ou Kodomo (anak pengejar bintang) hanya diputar dengan layar terbatas. Malah bioskop jaringan TOHO dekat tempat tinggalku tak menayangkan film ini, sedangkan kalau aku mau nonton mesti pergi ke pusat kota yang agak jauh. Alhasil, aku cuma menunggu keluarnya DVD originalnya saja untuk di sewa. Apakah kali ini Makoto Shinkai kembali membuat para “Galau-ers” kembali menggalau setelah menonton film karyanya?
Seorang gadis muda bernama Asuna, sering menyendiri diatas bukit ditemani kucingnya Mimi sambil mendengar suara “radio” misterius yang dihasilkan dari kepingan kristal peninggalan mendiang ayahnya. Ibunya yang jarang berada di rumah karena sibuk bekerja sebagai perawat rumah sakit, membuat Asuna harus mengurus diri sendiri dan rumahnya hingga menyebabkan dirinya lebih cepat dewasa dan mandiri. Pada suatu hari ketika Asuna sedang berjalan di pinggiran rel kereta, tiba-tiba saja disergap binatang aneh mirip beruang. Asuna diselamatkan seorang anak lelaki bernama Shun yang mengaku berasal dari tempat bernama Agartha. Tak lama ketika Shun menghilang, muncul anak lain yang mengaku bernama Shin adik dari Shun. Dari guru sekolahnya Morisaki-sensei, Asuna mengetahui bahwa Agartha adalah nama dunia bawah tanah semacam alam barzah, tempat gerbang hidup-mati terletak. Terseret antara konflik kepentingan dan perebutan kristal yang menjadi kunci pembuka gerbang masuk Agartha, Asuna dan Morisaki-sensei yang memiliki agenda dan kepentingan pribadi, masuk ke dunia Agartha dan bertemu kembali dengan Shin.
Ternyata Makoto Shinkai kali ini harus mengecewakan para “Galau-ers” dengan mempersembahkan film baru yang bertema petualangan dibanding tema romantisme cinta penuh kegalauan. Ketika menonton film ini, tanpa sadar aku merasakan Deja Vu dengan beberapa anime karya Hayao Miyazaki seperti Nausicaa, Princess Mononoke dan Spirited Away, terutama sekali judul yang terakhir Spirited Away. Sama-sama menampilkan tokoh heroine seorang gadis belia, yang sama-sama bertualangan di dunia lain. Tak ada salahnya jika aku membandingkan film ini dengan Spirited Away, toh Shinkai terang-terangan mengaku sebagai fans berat Miyazaki. Kalau dalam Spirited Away bersetting di dunia penuh imajinasi, Shinkai di sini mencampurkan konsep dunia Agartha dengan beberapa mitologi. Misalnya saja mitologi Indian kuno dengan memunculkan dewa bangsa Aztec Quetzalcoatl (walau konsep dasarnya agak berbeda dibanding mitos aslinya), lalu hadir pula kendaraan terbang Vimana yang berasal dari mitologi Hindu. Memang sih film ini mengambil tema tidak seberat Spirited Away yang penuh kritik sosial kemasyarakatan Jepang modern (toh karena dibalut kisah dan animasi fantastis, tema berat Spirited Away tetap saja bisa menghibur orang yang tak paham inti ceritanya), tapi dengan tema ringan seperti ini justru akan membuat film ini akan lebih mudah dilupakan penonton. Aku rasa film ini tak akan se-memorable 5 cm/sec yang bisa membuat galau hingga beberapa waktu.
Anda tak perlu menanyakan kualitas gambar dan animasi film ini, jika anda kenal siapa itu Makoto Shinkai. Apalagi kali inipun Makoto Shinkai kembali membawa serta team produksi yang menghasilkan 5 cm/sec. Shinkai kembali dengan pemaparan background dan landscape yang indah, serta warna dan pencahayaan yang memukau. Walaupun menurutku setting dunia Agartha tidak seimajinatif bila dibandingkan setting dunia Chihiro dalam Spirited Away, Shinkai bisa menutupinya dengan keistimewaan animation art ciri khas Makoto Shinkai. Agak menyesal juga aku karena tidak menonton di bioskop, karena tentunya efek keindahan gambar akan lebih terasa jika dilihat di layar lebar.
So my verdict, film ini indah gambarnya, menghibur dan enak ditonton, akan tetapi sayangnya tidak cukup memorable. Kalau melihat betapa Shinkai beberapa kali menggunakan gaya Hayao Miyazaki dalam pembuatan film ini, cukup layak jika film ini kusebut sebagai A Tribute to Hayao Miyazaki from Makoto Shinkai.

Hoshi wo Ou Kodomo

Posted by : Unknown
Date :Tuesday, September 17, 2013
With 0comments

Kotohana no niwa

|
Read more »
Judul asli: kotohana no niwa
Director  : Makoto shinkai
Kotonoha no Niwa dimulai pada bulan Juni ketika musim hujan di Jepang. Takao, yang sedang belajar membuat sepatu, menggambar sketsa sepatu di taman bergaya Jepang ketika dia bertemu dengan wanita misterius yang lebih tua. Sejak pertemuan pertama tersebut, mereka berdua terus saling bertemu dan memperdalam hubungan mereka.
Shinkai mengumumkan film Kotonoha no Niwa pada malam Natal kemarin. Dia menuliskan dalam situsnya bahwa ini adalah pertama kalinya dia menulis cerita "cinta" — dalam arti bahasa Jepang tradisional dari kata tersebut. Pada saat itu, "cinta" ditulis sebagai "kesedihan yang kesepian' (koi). Selain itu, menurut Shinkai, konsep modern dari "cinta" (ai) diimpor dari Barat. Meskipun film Kotoniha no Niwa karyanya ber-setting di era modern, film ini akan mengisahkan tentang koi dalam arti "kesedihan yang kesepian" aslinya — arti rasa rindu kepada seseorang dalam kesendirian, berbeda dengan arti modernnya.
Kenichi Tsuchiya mendesain karakter dan mengawasi proses pembuatan animasi. Hiroshi Takiguchi bertugas sebagai art director, dan Kashiwa Daisuke menggubah musiknya. Cast dalam film anime adalah Miyu Irino (Kei di Cuticle Detective Inaba, Shin di Children Who Chase Lost Voices) sebagai Takao dan Kana Hanazawa (Kagami di Sasami-san@Ganbaranai, Yuriko di Kotoura-san) sebagai Yukino. Motohiro Hata menyanyikan lagu tema yang berjudul "Rain." Lagu ini dikarang dan sebelumnya dinyanyikan oleh Senri Oe.

Kotohana no niwa

Posted by : Unknown
Date :
With 0comments

Kumo no mukou yakusoku no bahsou

|
Read more »
Judul asli: Kumo no Mukou, Yakusoku no Basho
Director  : Makoto Shinkai

Menceritakan tentang dua orang pemuda, Hiroki Yoshikawa dan Takuya Shirakawa yang pada liburan musim panasnya bekerja paruh waktu di sebuah pabrik pesawat sembari membuat pesawat impian mereka agar bisa terbang ke sebuah menara yang luar biasa tingginya di pulau Hokkaido.
Pada saat itulah mereka menjadi dekat dengan seorang gadis ceria, Sayuri Sawatari. Bertiga selama musim panas itu mereka menghabiskan waktu bersama dengan ceria lalu membuat janji, bahwa segera setelah pesawat itu jadi, mereka akan terbang bersama mengajak Sayuri turut terbang mendekati menara tersebut.
Namun sayangnya, tak lama kemudian Sayuri menghilang secara tiba-tiba. Dengan menghilangnya Sayuri entah mengapa, Hiroki dan Takuya tak lagi menyelesaikan misi mereka terhadap pesawat tersebut.
Tiga tahun pun berlalu, Takuya sibuk bekerja paruh waktu di sebuah pusat penelitian menara tersebut dan Hiroki menjalani hidup biasa menjauh di kota Tokyo. Pada saat itu situasi semakin memanas antara dua kubu Hokaido yang dikuasai Union dan Pulau Honshu yang berada dibawah naungan Amerika Serikat. Apakah kaitan antara ketiga remaja itu dengan menara super tinggi tersebut? Akankah mereka kembali berkumpul dan menepati janji mereka?
Film produksi Gibli dengan cerita yang begitu kompleks, beberapa unsur dari cerita sulit untuk ditangkap jika hanya ditonton sambil lalu. Tapi bukan Gibli namanya jika tidak memberikan gambaran yang detail dan animasi yang memukau. Film ini memakasa penonton untuk berimajinasi, mebayangkan gambaran dunia lain yang berbeda tetapi mirip dengan dunia nyata. Kisah persahabatan, cinta dan juga impian menjadi poin utama dari anime ini. Bagi yang tidak terbiasa dengan film kompleks, bersiaplah untuk menonton ulang film ini agar dapat mengerti beberapa unsur cerita dan situasi tambahan di luar cerita inti dari film sci-fi ini.

Kumo no mukou yakusoku no bahsou

Posted by : Unknown
Date :
With 0comments

Byōsoku Go Senchimētoru

|
Read more »
Judul asli: Byousoku 5 senchimehtoru
Director : Makoto Shinkai
Judul film anime diatas diambil dari laju jatuh bunga sakura yang diucapkan oleh salah satu tokoh utama yang bernama Akari pada awal cerita. Memang film ini mengambil tema yang berkisar pada jarak dan waktu yang mewarnai perjalanan antar tokoh, bahwa jarak dan waktu merupakan komponen krusial yang bisa mengubah jalan hidup seseorang. Film anime ini dibagi tiga babak masing-masing dibawakan narator yang membawakan cerita mengenai erjalanan hidup seorang pria yang bernama Tohno Takaki beserta hubungannya dengan 2 perempuan yang bernama Shinohara Akari dan Sumida Kanae.


Babak pertama: Oukashou – The Chosen Cherry Blossoms
Narator: Tohno Takaki
Bercerita tentang 2 siswa SD yang baru saja pindah ke Tokyo dan menempati kelas yang sama yaitu Takaki dan Akari. Banyaknya kesamaan membuat hubungan mereka berdua lebih dekat dari pada siswa lainnya sampai akhirnya pada usia 13 tahun, Akari pindah sekolah mengikuti orang tuanya ke daerah Tochigi yang jaraknya lumayan jauh dari Tokyo.
Ketika naik kelas 2 SMU gilirang Takaki yang pindah ke daerah Kagoshima, sehingga Takaki memutuskan untuk mengunjungi dan bertemu Akari sebelum jarak mereka semakin jauh yang memungkinkan mereka berdua semakin sulit bertemu.


Babak kedua: Kosmonauto – Cosmonaut
Narator: Sumida Akane
Cerita berkisar pada saat Takaki kelas 3 SMU di daerah Kagoshima dimana Takaki telah bertemu dengan tokoh baru, seorang cewek teman sekelas yang menjadi narator cerita yaitu Akane. Cerita berfokus pada sosok Akane yang jatuh cinta pada Takaki sejak pandangan pertama.


Babak ketiga: Byousoku 5 senchimehtoru – 5 Centimeters Per Second
Narator: Tohno Takaki
Kali ini Takaki telah lulus sekolah dan bekerja di sebuah perusahaan. Babak terakhir ini diawali dengan Takaki yang masih belum dapat melepaskan dirinya dari bayangan masa lalunya bersama Akari, sedangkan Akari sendiri sudah bertunangan dengan orang lain.
Secara keseluruhan film anime ini tidaklah terlalu mengecewakan walaupun tema yang diambil cukup klise dan sering dipakai oleh film-film drama remaja, yaitu tentang cinta pertama yang sulit untuk dapat dilupakan. Hal ini dipilih oleh sutradara Shinkai Makoto karena Shinkai menginginkan cerita dan suasana realisme dalam anime buatannya kali ini setelah sebelumnya Shinkai dikenal sebagai pembuat film science fiction. Perbedaan yang mendasar adalah 5 CPS lebih banyak bercerita lewat gambarnya yang indah diiringi kalimat mendalam yang dibawakan oleh sang narator. Dialog antar tokoh sangatlah sederhana, mencerminkan dialog kehidupan sehari-hari sehingga kelebihan film yang bertumpu pada perpaduan bahasa gambar dan narasi yang bertutur lebih terasa kekuatannya.
Satu lagi yang membuat saya menambahkan poin setengah untuk film ini. Lagu tema film “one more time, one more chance” yang diputar pada babak ketiga benar-benar membuat hati saya meleleh. Pas sekali untuk membuat kesan hidup manusia berjalan lamban tapi tanpa disadari sebenarnya sangat cepat. Manusia sering saling berhubungan satu sama lain lalu lambat laun berpisah mengikuti jalan hidup masing-masing, bagaikan bunga sakura jatuh perlahan berguguran berpencar dari pohonnya dengan kecepatan 5 sentimeter per detik.
Menarik sekali memandang perjalanan hidup dari kaca mata orang yang berbeda.

Byōsoku Go Senchimētoru

Posted by : Unknown
Date :
With 0comments

Linked Horizon "Guren no yumiya" lirik

| Friday, September 6, 2013
Read more »
ROMAJI :
Sie sind das Essen und wir sind die Jäger!

Fumareta hana no namae mo shirazuni
Chiniochita tori wa kaze o machiwabiru
Inotta tokoro de nani mo kawaranai
Ima o kaeruno wa tatakau kakugo da

Shikaba ne fumikoe te
Susumu ishi o warau butayo
Kachiku no annei kyogi no hanei
Shiseru garou no jiyuu o!

Torawareta kutsujoku wa hangeki no koushi da
Jouheki no sono kanata emono o hofuru Jäger
Hotobashiru shoudou ni sono mi o yakinagara
Tasogare ni hi o ugatsu guren no yumiya

INDONESIA:

Tidak ada yang mengingat nama dari bunga yang telah di diinjak-injak
Burung yang jatuh mencoba terbang kembali dengan kekuatan angin berikutnya
Do'a tidak sepenuhnya menyelamatkan kita
Hanya dengan berjuanglah yang dapat merubah dunia ini

Gunakan kekuatanmu untuk mengalahkan musuh
Siapa yang menertawakan keinginan untuk maju tidaklah akan berhasil
Kami sudah bosan dijadikan hewan ternak
Kami hanya terlihat seperti srigala yang kelaparan

Kurungan penjara akan menjadi kekuatanmu untuk melawan penindasan
walau tubuhmu dipenjara atau tidak kau tetap akan membunuh mangsamu
Seperti luka bakar yang meluap pada tubuhmu akan membuatmu bangkit
Ambil busur panah api pembakaran mu dengan cepat dan seranglah.

Linked Horizon "Guren no yumiya" lirik

Posted by : Unknown
Date :Friday, September 6, 2013
With 1 comments:

Opening Devil Survivor 2 the animation (from seikai no owari)

|
Read more »
ROMAJI:

Me no mae ni utsuru toi ni itsumo aimai de
Sono kotoba de nanika ga kawaru nante omoi mo shinakute

Wazuka de mo umareta kizuna ga nozomu nara
Fukanzen na yume de mo miushinawanaide

Sakebe namida ni nureta kono koe de
Nakiharashita kimi no kata idaku
Mayoi kurushinde mo eranda kono sekai wa
Kimi dake ga tsukamu mono da to
Kimi dake ga negaeru mono da to
Yobu koe wa mou tayasanain da
Zutto mirai wo hikari ga oou made

Itsu datte fui ni mae wo fusagu sentaku wa
Kotae matazu bokura wo nozomanai ashita e to tsureteku

Wazuka de mo kanashimi o keshite ikeru nara
Kono karada o kizamu kizu kaeriminaide

Sakebu namida ni nureta kono koe de
Tachitsukushita kimi no kata idaku
Tatoe ibitsu de mo eranda kono mirai wa
Kimi dake ga tsukamu mono da to
Kimi dake ga negaeru mono da to
Yobu koe wa mou tayasanain da
Zutto sekai ni hikari egaku made

Itami o sakeyou to shinaide
Kotae o mune ni shimawanaide
Ushinau koto o osorenaide
Itsu datte hitori ja nain da
Kasuka ni kikoeteru darou
Bokura de tsukutta merodii ga
Zutto sou zutto kimi no te o nigitteru

Karashita koe de furuwaseta
Bokura o asu e hakobu uta ga
Hibikiwatatte dareka no yume ni tsuzuku

Namida ni nureta kono koe de
Nakiharashita kimi no kata idaku
Mayoi kurushinde mo eranda kono sekai wa
Kimi dake ga tsukamu mono da to
Kimi dake ga negaeru mono da to
Yobu koe wa mou tayasanain da
Zutto mirai wo hikari ga oou made

INDONESIA:

Pilihan yang ada di hadapanku selalu tidak jelas..
Dan aku tak pernah menyangka kata-kata itu dapat mengubah sesuatu..

Jika kamu ingin menjaga ikatan yang baru terlahir..
Jangan kehilangan arah dalam mimpi yang belum sempurna..

Teriakan dengan suara yang bercampur dengan air mata..
Dekaplah bahumu ketika kamu sedang menangis..
Meski aku merasa sedih, aku memilih dunia ini..
Kamulah satu-satunya yang ingin kugapai..
Dan kamulah seseorang yang kuinginkan..
Kini suaramu akan terus memanggilnya..
Hingga masa depan berselimutkan cahaya..

Pilihan itu tiba-tiba terus menghalangiku untuk maju..
Tanpa menunggu jawaban, membawaku menuju esok yang tak diinginkan..

Jika aku dapat menghapus kesedihan meski sedikit saja..
Maka aku takkan memperlihatkan luka di tubuhku..

Teriakan dengan suara yang bercampur dengan air mata..
Dekaplah bahumu meskipun ketika kamu berdiri tegap..
Meski terlihat berantakan, aku memilih masa depan ini..
Kamulah satu-satunya yang ingin kugapai..
Dan kamulah seseorang yang kuinginkan..
Kini suaramu akan terus memanggilnya..
Hingga cahaya menyinari dunia ini..

Jangan pernah menghindari rasa sakit itu..
Jangan mengunci jawaban itu di dalam hatimu..
Jangan pernah merasa takut bila terpisah..
Kamu tidak akan pernah sendiri..
Kamu pasti akan mendengarnya..
Alunan melodi yang telah kita buat..
Aku selalu dan akan selalu menggenggam tanganmu..

Lagu yang dinyanyikan dengan suara yang serak..
Menggetarkan hati dan membawa kita menuju hari esok..
Dan ia akan terus menggema di dalam mimpi seseorang..

Dengan suara yang bercampur dengan air mata..
Dekaplah bahumu ketika kamu sedang menangis..
Meski aku merasa sedih, aku memilih dunia ini..
Kamulah satu-satunya yang ingin kugapai..
Dan kamulah seseorang yang kuinginkan..
Kini suaramu akan terus memanggilnya..
Hingga masa depan berselimutkan cahaya..
Next
▲Top▲