Judul asli: Byousoku 5 senchimehtoru
Director : Makoto Shinkai
Judul film anime diatas diambil dari laju jatuh bunga sakura yang
diucapkan oleh salah satu tokoh utama yang bernama Akari pada awal
cerita. Memang film ini mengambil tema yang berkisar pada jarak dan
waktu yang mewarnai perjalanan antar tokoh, bahwa jarak dan waktu
merupakan komponen krusial yang bisa mengubah jalan hidup seseorang.
Film anime ini dibagi tiga babak masing-masing dibawakan narator yang
membawakan cerita mengenai erjalanan hidup seorang pria yang bernama
Tohno Takaki beserta hubungannya dengan 2 perempuan yang bernama
Shinohara Akari dan Sumida Kanae.
Babak pertama: Oukashou – The Chosen Cherry Blossoms
Narator: Tohno Takaki
Bercerita tentang 2 siswa SD yang baru saja pindah ke Tokyo dan
menempati kelas yang sama yaitu Takaki dan Akari. Banyaknya kesamaan
membuat hubungan mereka berdua lebih dekat dari pada siswa lainnya
sampai akhirnya pada usia 13 tahun, Akari pindah sekolah mengikuti orang
tuanya ke daerah Tochigi yang jaraknya lumayan jauh dari Tokyo.
Ketika naik kelas 2 SMU gilirang Takaki yang pindah ke daerah Kagoshima,
sehingga Takaki memutuskan untuk mengunjungi dan bertemu Akari sebelum
jarak mereka semakin jauh yang memungkinkan mereka berdua semakin sulit
bertemu.
Babak kedua: Kosmonauto – Cosmonaut
Narator: Sumida Akane
Cerita berkisar pada saat Takaki kelas 3 SMU di daerah Kagoshima dimana
Takaki telah bertemu dengan tokoh baru, seorang cewek teman sekelas yang
menjadi narator cerita yaitu Akane. Cerita berfokus pada sosok Akane
yang jatuh cinta pada Takaki sejak pandangan pertama.
Babak ketiga: Byousoku 5 senchimehtoru – 5 Centimeters Per Second
Narator: Tohno Takaki
Kali ini Takaki telah lulus sekolah dan bekerja di sebuah perusahaan.
Babak terakhir ini diawali dengan Takaki yang masih belum dapat
melepaskan dirinya dari bayangan masa lalunya bersama Akari, sedangkan
Akari sendiri sudah bertunangan dengan orang lain.
Secara keseluruhan film anime ini tidaklah terlalu mengecewakan
walaupun tema yang diambil cukup klise dan sering dipakai oleh film-film
drama remaja, yaitu tentang cinta pertama yang sulit untuk dapat
dilupakan. Hal ini dipilih oleh sutradara Shinkai Makoto karena Shinkai
menginginkan cerita dan suasana realisme dalam anime buatannya kali ini
setelah sebelumnya Shinkai dikenal sebagai pembuat film science fiction.
Perbedaan yang mendasar adalah 5 CPS lebih banyak bercerita lewat
gambarnya yang indah diiringi kalimat mendalam yang dibawakan oleh sang
narator. Dialog antar tokoh sangatlah sederhana, mencerminkan dialog
kehidupan sehari-hari sehingga kelebihan film yang bertumpu pada
perpaduan bahasa gambar dan narasi yang bertutur lebih terasa
kekuatannya.
Satu lagi yang membuat saya menambahkan poin setengah untuk film ini.
Lagu tema film “one more time, one more chance” yang diputar pada babak
ketiga benar-benar membuat hati saya meleleh. Pas sekali untuk membuat
kesan hidup manusia berjalan lamban tapi tanpa disadari sebenarnya
sangat cepat. Manusia sering saling berhubungan satu sama lain lalu
lambat laun berpisah mengikuti jalan hidup masing-masing, bagaikan bunga
sakura jatuh perlahan berguguran berpencar dari pohonnya dengan
kecepatan 5 sentimeter per detik.
Menarik sekali memandang perjalanan hidup dari kaca mata orang yang berbeda.


0 comments:
Post a Comment